Banyak TPA Ditutup, DPRD Bangkalan Minta DLH Cari Pembuangan Sampah Alternatif

Struktur Organisasi

Pengelolaan sampah di Bangkalan masih menjadi masalah serius yang perlu diatasi. DPRD Bangkalan telah menyoroti masalah ini, terutama keberadaan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) yang sering ditutup karena kontraknya telah berakhir. Reza Teguh Wibowo, Ketua Komisi III, meminta DLH untuk mencari lokasi alternatif seperti yang baru ditemukan di Bandeng Dejeh, Tanjung Bumi. Masalah lain yang perlu diselesaikan adalah kekurangan armada pengangkut sampah, upah petugas kebersihan yang rendah, dan minimnya tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan rumah daur ulang (RDU) di setiap kelurahan. Untuk mengoptimalkan kapasitas TPST hingga 100 ton per hari, hal ini harus segera ditangani. Dalam upaya mengatasi masalah ini, diperlukan terobosan baru dalam pengelolaan sampah di Bangkalan.

Untuk berhasil dalam pengelolaan sampah, penting untuk berkolaborasi dengan pihak lain seperti PT Semen Gresik dan mengambil pelajaran dari keberhasilan Surabaya dalam hal tersebut. OPD juga diminta untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengalokasikan dana yang cukup untuk pengelolaan sampah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Yudistira Ardi Nugroho, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Bangkalan, target pengelolaan 225 ton sampah per bulan hampir tercapai, dengan realisasi saat ini mencapai 220 ton.

Dalam upaya untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif, kami melakukan proses optimalisasi melalui RDU dan TPST. Hasil dari pengolahan ini akan menjadi sumber pendapatan bagi daerah melalui perjanjian bagi hasil dengan perusahaan mitra. Tujuan kami adalah memastikan bahwa semua sampah masuk ke TPST dan menghasilkan nilai ekonomi yang sesuai dengan perjanjian. Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan manajemen sampah secara keseluruhan.